Ekspor kosmetik ke Indonesia: notifikasi BPOM dan halal
Setiap produk kosmetik yang dijual di Indonesia memerlukan nomor notifikasi dari BPOM, otoritas pengawas obat dan makanan Indonesia, sebelum dapat diimpor dan dijual. Notifikasi hanya dapat diajukan oleh perusahaan Indonesia, biasanya importir Anda, dengan menggunakan surat penunjukan dari Anda. Tahap kewajiban bertahap sertifikasi halal untuk kosmetik, termasuk yang diimpor, dijadwalkan berakhir pada 17 Oktober 2026; pada 16 Oktober 2026 pemerintah mengumumkan bahwa tahap tersebut diperpanjang, dan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 40/2026 kini berakhir pada 17 Oktober 2028, sehingga kosmetik wajib bersertifikat halal, atau mencantumkan keterangan tidak halal, mulai 18 Oktober 2028.
Diperiksa berdasarkan sumber resmi: 2026-11
Tulis pesanan Anda dalam satu kalimat, dapatkan invoice dan packing list → Gratis, tanpa daftar.
Sekilas info
Siapa yang mengajukan notifikasi
Hanya pemohon Indonesia yang dapat mengajukan notifikasi: produsen kosmetik lokal, perusahaan yang produknya dibuat berdasarkan kontrak (maklon) di Indonesia, atau importir. Setiap pemohon memerlukan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari sistem OSS; bagi importir, NIB sekaligus berfungsi sebagai Angka Pengenal Importir (API).
Importir terlebih dahulu harus memperoleh Rekomendasi sebagai Pemohon Notifikasi dari Balai Besar/Balai POM setempat, yang diterbitkan setelah pemeriksaan sarana. Importir juga memerlukan penanggung jawab teknis yang ditunjuk dan surat pernyataan yang ditandatangani bahwa direksinya tidak terlibat tindak pidana di bidang kosmetika.
Dari pemilik merek atau produsen asing, importir memerlukan surat penunjukan dengan sisa masa berlaku minimal 6 bulan, perjanjian kerja sama, Certificate of Free Sale (CFS) untuk produk yang dibuat di luar ASEAN, dan bukti penerapan CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik, GMP) di pabrik. Notifikasi dipegang atas nama importir, dan nama tersebut tercantum pada label.
Proses Notifkos, biaya, dan masa berlaku
Pemohon harus menyiapkan Dokumen Informasi Produk (DIP) sebelum mengajukan notifikasi. Setelah itu pemohon mengisi template produk di Notifkos dan membayar tarif (PNBP, Penerimaan Negara Bukan Pajak) per item. BPOM memeriksa data dalam waktu 14 hari berdasarkan Peraturan BPOM 21/2022 (3 hari untuk wewangian) dan menerbitkan surat berisi nomor notifikasi. Bila perlu, produk dapat dikirim untuk evaluasi keamanan, manfaat, dan mutu.
Sejak 26 Mei 2026, tarif mengikuti Peraturan Pemerintah (PP) 15/2026, yang menggantikan PP 32/2017: IDR 1.500.000 per item untuk produk yang dibuat di luar ASEAN dan IDR 500.000 per item untuk produk yang dibuat di negara ASEAN. Periksa jumlahnya pada perintah pembayaran, karena setiap item ditagih terpisah.
Notifikasi berlaku selama 3 tahun. Ajukan perpanjangan paling lambat 30 hari sebelum kedaluwarsa; permohonan yang terlambat diproses sebagai notifikasi baru dan mendapat nomor baru.
Bahan dan klaim
Indonesia menerapkan ASEAN Cosmetic Directive melalui peraturannya sendiri. Peraturan BPOM 25/2025 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika menggantikan Peraturan BPOM 23/2019 dan 17/2022 pada 3 Oktober 2025. Produk yang sudah dinotifikasi diberi waktu 12 bulan untuk menyesuaikan, sehingga batas waktunya adalah 3 Oktober 2026. Pembaruan ini memasukkan zat seperti lilial dan quaternium-15 ke daftar bahan terlarang dan mengubah batas untuk zat lain, seperti asam salisilat.
Annex ASEAN terakhir diperbarui pada Juni 2026, jadi periksa daftar terkini BPOM serta annex ASEAN sebelum mengajukan notifikasi. Klaim harus mengikuti Peraturan BPOM 3/2022 tentang klaim kosmetika; klaim untuk mengobati atau mencegah penyakit tidak diperbolehkan.
- Bahan yang dilarang
- Bahan yang dibatasi, beserta batas dan ketentuannya
- Pewarna yang diizinkan
- Pengawet yang diizinkan
- Tabir surya (UV filter) yang diizinkan
Label dalam Bahasa Indonesia
Peraturan BPOM 18/2024 tentang penandaan, promosi, dan iklan kosmetika berlaku sejak 28 November 2024; masa transisi 12 bulan untuk produk yang sudah ada telah berakhir. Manfaat atau kegunaan, cara penggunaan, dan peringatan harus dalam Bahasa Indonesia. Keterangan lainnya boleh dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing yang ditulis dengan huruf Latin dan angka Arab.
Kemasan impor boleh diberi stiker berbahasa Indonesia tambahan, selama semua keterangan sesuai dengan data yang dinotifikasi. Gunakan logo halal hanya pada produk yang bersertifikat.
- Nama produk
- Manfaat atau kegunaan, dan cara penggunaan
- Komposisi (daftar bahan)
- Negara pembuat
- Nama dan alamat lengkap pemegang notifikasi
- Nomor batch
- Isi bersih, ukuran, atau berat
- Tanggal kedaluwarsa
- Nomor notifikasi
- Barcode 2D
- Peringatan atau perhatian
Halal: tenggat Oktober 2026 diundur ke Oktober 2028
Berdasarkan Undang-Undang (UU) 33/2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) 42/2024, tahap kewajiban bertahap untuk kosmetik dijadwalkan berakhir pada 17 Oktober 2026, dengan sertifikasi halal diwajibkan mulai 18 Oktober 2026. Pada 16 Oktober 2026, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengumumkan bahwa pemerintah telah menyesuaikan tenggat tahap kewajiban bertahap melalui PP 40/2026, yang ditetapkan pada 14 Oktober 2026 dan mengubah PP 42/2024. BPJPH menyatakan bahwa tahap kewajiban bertahap untuk kosmetik kini berakhir pada 17 Oktober 2028, sehingga sertifikasi halal wajib mulai 18 Oktober 2028. Pemerintah menyatakan akan menyesuaikan aturan pelaksanaannya berikutnya, jadi tanyakan kepada importir dan BPJPH bagaimana hal ini berlaku untuk pengiriman Anda, dan terus jalankan jalur sertifikasi atau keterangan tidak halal.
Produk impor dapat menggunakan sertifikat halal dari lembaga halal luar negeri yang memiliki perjanjian saling pengakuan (mutual recognition agreement) dengan BPJPH dan telah diregistrasi di BPJPH, atau disertifikasi melalui sistem SIHALAL milik BPJPH dengan audit oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di Indonesia. Produk yang dibuat dari bahan non-halal tidak mendapat sertifikat; berdasarkan Peraturan BPJPH 3/2026, produk tersebut wajib mencantumkan "NON HALAL" atau "MENGANDUNG BABI" pada label.
Peraturan BPJPH 4/2026, yang berlaku sejak September 2026, menambahkan pemeriksaan halal sebelum pemberitahuan impor barang (PIB), dengan inspeksi di gudang pemuatan oleh surveyor yang ditunjuk. Pemerintah mengumumkan pada 16 Oktober 2026 bahwa peraturan tersebut akan dicabut, dan basis data hukum BPJPH mencantumkan PP 40/2026 sebagai peraturan yang mencabutnya, jadi pastikan dengan importir Anda apakah pemeriksaan itu masih berlaku sebelum melakukan booking.
Izin impor, bea cukai, dan kewajiban setelah penjualan
Sejak Peraturan BPOM 28/2023, kosmetik memerlukan SKI Border (Surat Keterangan Impor) dari BPOM sebelum pengeluaran barang dari kepabeanan. Importir mengajukan permohonan di sistem e-BPOM, yang terhubung dengan Indonesia National Single Window (INSW), dan setiap SKI mencakup satu pengiriman. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 23/2025, beberapa kode HS kosmetik juga memerlukan laporan surveyor sebelum pengiriman. Jaga agar nama produk konsisten di notifikasi, invoice, dan packing list; generator invoice dan packing list gratis serta cek kode HS dari Triplicate bisa membantu.
Setelah impor, pemegang notifikasi menyimpan DIP (empat bagian menurut Peraturan BPOM 17/2023) sekurang-kurangnya satu tahun setelah tanggal kedaluwarsa batch terakhir yang diimpor, dan melaporkan efek samping berdasarkan Peraturan BPOM 26/2019: kasus serius dalam 7 atau 15 hari, kasus lain setiap Januari dan Juli. Aturan pengawasan pascapasar (post-market) yang baru masih berupa rancangan pada pertengahan 2026.
Penjual asing di marketplace daring Indonesia wajib, berdasarkan Permendag 19/2026, menjual barang jadi dengan harga minimal USD 100 FOB per unit dan menunjukkan perizinan produk yang diwajibkan.
Langkah demi langkah
- Pilih importir Indonesia yang memiliki NIB dan kosmetik dalam lingkup usahanya, dan yang memegang atau dapat memperoleh rekomendasi BPOM sebagai pemohon notifikasi.
- Periksa setiap formula terhadap Peraturan BPOM 25/2025 dan annex ASEAN terkini, serta setiap klaim terhadap Peraturan BPOM 3/2022.
- Tentukan jalur halal: sertifikat dari lembaga luar negeri yang diakui BPJPH dan terdaftar di BPJPH, sertifikasi melalui SIHALAL, atau keterangan tidak halal.
- Siapkan DIP, lalu kirimkan ke importir surat penunjukan, perjanjian kerja sama, CFS (untuk produk yang dibuat di luar ASEAN), dan bukti CPKB/GMP.
- Minta importir mengajukan setiap produk di Notifkos dan membayar tarif per item.
- Rancang label dengan teks berbahasa Indonesia, pemegang notifikasi, nomor notifikasi, barcode 2D, serta logo halal atau keterangan tidak halal.
- Untuk setiap pengiriman, minta importir mengurus SKI Border serta pemeriksaan surveyor atau halal yang diperlukan, lalu kirim invoice dan packing list yang cocok (generator Triplicate membuat keduanya).
- Setelah penjualan, jaga agar DIP tetap terbaru, laporkan efek samping, perpanjang paling lambat 30 hari sebelum kedaluwarsa, dan pantau pembaruan BPOM dan BPJPH.
Dokumen yang biasanya Anda perlukan
- Surat notifikasi dan nomor notifikasi BPOM (dipegang oleh importir Indonesia)
- Surat penunjukan dengan sisa masa berlaku minimal 6 bulan, dan perjanjian kerja sama
- Certificate of Free Sale (produk yang dibuat di luar ASEAN) dan bukti CPKB/GMP pabrik
- Dokumen Informasi Produk (DIP) dalam empat bagian
- Artwork label dengan teks Bahasa Indonesia dan barcode 2D
- Sertifikat halal yang terdaftar di BPJPH, atau dasar keterangan tidak halal
- SKI Border dari BPOM untuk setiap pengiriman (diurus oleh importir)
- Commercial invoice, packing list, bill of lading atau air waybill, dan certificate of origin jika mengklaim tarif ASEAN atau RCEP
Buat proforma invoice, commercial invoice, dan packing list sekaligus
Buka generator gratis →Masalah umum dan cara menghindarinya
Apa yang harus dilakukan: Kirim barang hanya setelah BPOM menerbitkan nomor dan importir memiliki SKI Border untuk pengiriman tersebut.
Apa yang harus dilakukan: Reformulasi dan perbarui notifikasi; produk yang sudah dinotifikasi wajib menyesuaikan paling lambat 3 Oktober 2026.
Apa yang harus dilakukan: Susun rencana sesuai tanggal baru (halal wajib mulai 18 Oktober 2028), periksa aturan pelaksanaannya kepada importir dan BPJPH, dan terus jalankan proses sertifikasi atau keterangan tidak halal; sanksinya mulai dari peringatan, denda, hingga penarikan dari peredaran.
Apa yang harus dilakukan: Pastikan lembaga penerbit memiliki perjanjian saling pengakuan dengan BPJPH dan sertifikatnya terdaftar di BPJPH.
Apa yang harus dilakukan: Susun label atau stiker dari data yang dinotifikasi dan minta importir memeriksanya sebelum dicetak.
Apa yang harus dilakukan: Sepakati dalam kontrak apa yang terjadi pada notifikasi jika kerja sama berakhir; importir baru harus menotifikasi produknya sendiri.
Sumber
- Press release HM.02.04/361/SET.M.EKON.3/10/2026: the government adjusts the phase-in of mandatory halal certification (16 October 2026) Coordinating Ministry for Economic Affairs (Kemenko Perekonomian)
- Government Regulation (PP) 42/2024 on halal product assurance JDIH BPK (Audit Board of Indonesia legal database)
- BPOM Regulation 21/2022 on procedures for cosmetic notification Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
- BPOM Regulation 18/2024 on labelling, promotion and advertising of cosmetics JDIH BPK (Audit Board of Indonesia legal database)
- BPOM Regulation 25/2025 on technical requirements for cosmetic ingredients JDIH BPK (Audit Board of Indonesia legal database)
- BPOM Regulation 17/2023 on guidelines for the cosmetic Product Information File (DIP) JDIH BPK (Audit Board of Indonesia legal database)
- Government Regulation (PP) 15/2026 on non-tax revenue tariffs at BPOM JDIH BPK (Audit Board of Indonesia legal database)
- BPOM Regulation 28/2023 amending BPOM Regulation 27/2022 on supervision of the import of drugs and food JDIH BPK (Audit Board of Indonesia legal database)
- Product types that must be halal certified from 18 October 2026 BPJPH (Halal Product Assurance Organizing Agency)
- BPJPH Regulation 4/2026 on conformity of foreign halal products entering Indonesia JDIH BPJPH
- BPJPH Regulation 3/2026 on the form of the non-halal statement JDIH BPJPH
- ASEAN Cosmetic Directive and annexes Health Sciences Authority, Singapore
- Government Regulation (PP) 40/2026 amending PP 42/2024 on the implementation of halal product assurance (enacted and promulgated 14 October 2026) JDIH BPJPH
- Halal certification phase-in adjustments set out in PP 40/2026: the details (Penyesuaian penahapan kewajiban sertifikasi halal diatur dalam PP 40 Tahun 2026, begini rinciannya) Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)
- The government extends the halal certification phase-in to 2028 (Pemerintah memperpanjang penahapan sertifikasi halal hingga 2028) ANTARA (Indonesian state news agency)
- The government postpones mandatory halal certification to 2028 (Pemerintah tunda kewajiban sertifikasi halal hingga 2028) Katadata
Aturan sering berubah. Catatan ini adalah panduan praktis berdasarkan sumber di atas, bukan nasihat hukum. Pastikan persyaratan terkini dengan otoritas terkait, importir Anda, atau PPJK/customs broker berlisensi sebelum mengirim.
Kode pelabuhan menurut negara
Email mingguan: perubahan aturan perdagangan
Satu email singkat setiap minggu dalam bahasa Inggris: aturan ekspor dan impor yang baru dan berubah dari sumber resmi, serta panduan dan alat baru kami. Gratis, bisa berhenti berlangganan kapan saja.
Catatan ekspor
Pertanyaan umum
Bisakah merek asing memegang notifikasi BPOM sendiri?
Tidak bisa. Pemohon harus badan usaha Indonesia yang memiliki NIB, seperti importir atau perusahaan yang menggunakan produsen kontrak (maklon) di Indonesia.
Apakah tenggat halal untuk kosmetik impor sudah ditunda?
Ya. Pemerintah mengumumkan pada 16 Oktober 2026 bahwa tahap kewajiban bertahap diperpanjang: berdasarkan PP 40/2026, yang mengubah PP 42/2024, tahap kewajiban bertahap untuk kosmetik, yang semula berakhir pada 17 Oktober 2026, kini berakhir pada 17 Oktober 2028, sehingga halal wajib mulai 18 Oktober 2028. Aturan pelaksanaannya masih akan disesuaikan, jadi tanyakan kepada importir atau BPJPH bagaimana hal ini berlaku untuk pengiriman Anda.
Berapa biaya notifikasi dan berapa lama masa berlakunya?
Berdasarkan PP 15/2026, IDR 1.500.000 per item untuk produk yang dibuat di luar ASEAN atau IDR 500.000 per item untuk produk yang dibuat di ASEAN. Berlaku selama 3 tahun.
Bolehkah saya menjual ke konsumen Indonesia secara online tanpa notifikasi?
Tidak boleh. Kosmetik yang dijual di Indonesia memerlukan notifikasi, dan penjual asing di marketplace Indonesia harus menunjukkan perizinan produk serta menjual dengan harga minimal USD 100 FOB per unit.
Alat gratis lainnya
Triplicate gratis dan terus diperbaiki. Merasa terbantu? Dukung Triplicate ♥
Ingin tanpa iklan? Pro menghapus semua iklan · USD 1/bulan